Showing posts with label Materi IPS. Show all posts
Showing posts with label Materi IPS. Show all posts

Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah

Posted by Unknown on Tuesday, August 12, 2014

Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah? - Bagaimana cara membuat atau menggambar peta? Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu - Menggambar peta dapat dilakukan dengan 2 cara mudah, yaitu:
  1. Menggunakan cara menjiplak
  2. Menggunakan teknik kotak
Dengan teknik menjiplak hanya dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan kertas putih.
 
Sedangkan dengan teknik kotak dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut:
 
Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah
  1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
  2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
  3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli dengan menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
  4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis yang membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
  5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Lebih baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
  6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah nomor dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
  7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta!
  8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna seperti yang ada pada peta di atlasmu!
  9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibuat dengan pensil beserta huruf dan nomornya!
More aboutBagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah

Daftar Nama Provinsi di Indonesia

Posted by Unknown on Tuesday, April 8, 2014

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbagi menjadi 33 provinsi. Sejak merdeka, Indonesia mengalami beberapa perubahan wilayah. Wilayah administratif Indonesia tidak hanya berubah pada tingkat provinsi, tetapi juga pada tingkat di bawahnya, yaitu pada tingkat kabupaten dan kecamatan. Sekarang ini Indonesia terdiri atas 349 kabupaten, 91 kota otonom, dan 5.263 kecamatan yang tersebar di 33 provinsi.

Berikut ini daftar nama provinsi, ibu kota, luas daerah, jumlah kabupaten, jumlah kota, dan jumlah kecamatan:
  1. Provinsi Bali ibu kotanya Denpasar luas wilayah 5.633 km2, jumlah kabupaten 8, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 56.
  2. Provinsi Banten ibu kotanya Serang luas wilayah 8.651 km, km2, jumlah kabupaten 4, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 130
  3. Provinsi Bengkulu ibu kotanya Bengkulu luas wilayah 19.789 km2, jumlah kabupaten 8, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 73
  4. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ibu kotanya Yogyakarta luas wilayah 3.186 km2, jumlah kabupaten 4, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 78
  5. Provinsi DKI Jakarta ibu kotanya Jakarta luas wilayah 664 km2, jumlah kabupaten 1, jumlah kota 5, jumlah kecamatan 44
  6. Provinsi Gorontalo ibu kotanya Gorontalo luas wilayah 12.215 km2, jumlah kabupaten 4, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 46
  7. Provinsi Jambi ibu kotanya Jambi luas wilayah 53.437 km2, jumlah kabupaten 9, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 76
  8. Provinsi Jawa Barat ibu kotanya Bandung luas wilayah 34.597 km2, jumlah kabupaten 16, jumlah kota 9, jumlah kecamatan 568
  9. Provinsi Jawa Tengah ibu kotanya Semarang luas wilayah 32.549 km2, jumlah kabupaten 29, jumlah kota 6, jumlah kecamatan 564
  10. Provinsi Jawa Timur ibu kotanya Surabaya luas wilayah 47.922 km2, jumlah kabupaten 29, jumlah kota 9, jumlah kecamatan 654
  11. Provinsi Kalimantan Barat ibu kotanya Pontianak luas wilayah 146.807 km2, jumlah kabupaten 10, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 149
  12. Provinsi Kalimantan Selatan ibu kotanya Banjarmasin luas wilayah 43.546 km2, jumlah kabupaten 11, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 119
  13. Provinsi Kalimantan Tengah ibu kotanya Palangkaraya luas wilayah 153.564 km2, jumlah kabupaten 13, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 93
  14. Provinsi Kalimantan Timur ibu kotanya Samarinda luas wilayah 230.277 km2, jumlah kabupaten 9, jumlah kota 4, jumlah kecamatan 122
  15. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ibu kotanya Pangkal Pinang luas wilayah 16.171 km2, jumlah kabupaten 6, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 36
  16. Provinsi Kepulauan Riau ibu kotanya Tanjung Pinang luas wilayah 251.000 km2, jumlah kabupaten 4, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 41
  17. Provinsi Lampung Bandar ibu kotanya Lampung luas wilayah 35.384 km2, jumlah kabupaten 8, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 164
  18. Provinsi Maluku Utara ibu kotanya Ternate luas wilayah 30.895 km2, jumlah kabupaten 6, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 45
  19. Provinsi Maluku ibu kotanya Ambon luas wilayah 46.975 km2, jumlah kabupaten 7, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 57
  20. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ibu kotanya Banda Aceh luas wilayah 51.937 km2, jumlah kabupaten 17, jumlah kota 4, jumlah kecamatan 241
  21. Provinsi Nusa Tenggara Barat ibu kotanya Mataram luas wilayah 20.153 km2, jumlah kabupaten 7, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 100
  22. Provinsi Nusa Tenggara Timur ibu kotanya Kupang luas wilayah 47.351 km2, jumlah kabupaten 15, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 194
  23. Provinsi Papua Barat ibu kotanya Manokwari luas wilayah 115.363 km2, jumlah kabupaten 8, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 74
  24. Provinsi Papua ibu kotanya Jayapura luas wilayah 421.981 km2, jumlah kabupaten 19, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 173
  25. Provinsi Riau ibu kotanya Pekanbaru luas wilayah 94.560 km2, jumlah kabupaten 9, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 124
  26. Provinsi Sulawesi Barat ibu kotanya Mamuju luas wilayah 16.796 km2, jumlah kabupaten 5, jumlah kota 0, jumlah kecamatan 44
  27. Provinsi Sulawesi Selatan ibu kotanya Makassar luas wilayah 62.482 km2, jumlah kabupaten 20, jumlah kota 3, jumlah kecamatan 244
  28. Provinsi Sulawesi Tengah ibu kotanya Palu luas wilayah 63.678 km2, jumlah kabupaten 9, jumlah kota 1, jumlah kecamatan 99
  29. Provinsi Sulawesi Tenggara ibu kotanya Kendari luas wilayah 38.140 km2, jumlah kabupaten 8, jumlah kota 2, jumlah kecamatan 117
  30. Provinsi Sulawesi Utara ibu kotanya Manado luas wilayah 15.273 km2, jumlah kabupaten 6, jumlah kota 3, jumlah kecamatan 105
  31. Provinsi Sumatra Barat ibu kotanya Padang luas wilayah 42.899 km2, jumlah kabupaten 12, jumlah kota 7, jumlah kecamatan 158
  32. Provinsi Sumatra Selatan ibu kotanya Palembang luas wilayah 93.083 km2, jumlah kabupaten 10, jumlah kota 4, jumlah kecamatan 149
  33. Provinsi Sumatra Utara ibu kotanya Medan luas wilayah 73.587 km2, jumlah kabupaten 18, jumlah kota 7, jumlah kecamatan 326
More aboutDaftar Nama Provinsi di Indonesia

Berapa Jumlah Provinsi di Indonesia Saat Ini?

Posted by Unknown

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau. Jumlah pulau di Indonesia adalah 17.506. Pulau-pulau tersebut menyebar di sekitar khatulistiwa. Pulau-pulau besar yang ada di Indonesia antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian. Secara administrasi wilayah Indonesia terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah terdiri atas pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa. Jumlah provinsi di Indonesia pada saat ini adalah 33 provinsi.

Provinsi yang ada di Indonesia mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 jumlah provinsi di Indonesia ada delapan. Provinsi yang ada pada saat itu adalah Provinsi Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku.

Pada tahun 1945–1949 Indonesia mengalami perkembangan wilayah. Hal ini disebabkan masuknya kembali Belanda untuk menguasai Indonesia. Berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk serikat. Pada saat itu Indonesia terdiri atas lima belas negara bagian. Republik Indonesia adalah bagian dari Republik Indonesia Serikat. Pada tahun 1950 kita kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Provinsi di Indonesia mengalami pemekaran beberapa provinsi pada kurun waktu 1950-1966, yaitu sebagai berikut:
  1. Pada tahun 1950 Provinsi Sumatra dipecah menjadi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Pada tahun ini Yogyakarta mendapatkan status daerah istimewa.
  2. Pada tahun 1956 Provinsi Kalimantan dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  3. Pada tahun 1957 Provinsi Sumatra Tengah dipecah menjadi Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatra Barat. Pada tahun ini Jakarta mendapatkan status sebagai daerah khusus ibu kota. Selain itu, Aceh menjadi provinsi tersendiri lepas dari Sumatra Utara.
  4. Pada tahun 1959 Provinsi Sunda kecil dipecah menjadi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun ini juga dibentuk Provinsi Kalimantan Tengah dari Kalimantan Selatan.
  5. Pada tahun 1960 Provinsi Sulawesi dipecah menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Selatan.
  6. Pada tahun 1963 PBB menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.
  7. Pada tahun 1964 dibentuk Provinsi Lampung dari pemekaran Provinsi Sumatra Selatan. Selain itu, dibentuk pula Provinsi Sulawesi Tengah (pemekaran dari Sulawesi Utara) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan).
Jumlah provinsi di Indonesia bertambah ketika Irian Barat resmi kembali menjadi bagian dari NKRI pada tanggal 19 November 1969 dan menjadi provinsi ke-26. Irian Barat kemudian namanya berubah menjadi Irian Jaya. Selanjutnya, Timor Timur berintegrasi atau bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Juli 1976. Timor Timur menjadi provinsi ke-27. Pada tanggal 19 Oktober 1999 Timor Timur melepaskan diri dari NKRI. Timor Timur menjadi negara baru, yaitu Timor Leste.
More aboutBerapa Jumlah Provinsi di Indonesia Saat Ini?

Siapa yang Menyebarkan Agama Hindu di Indonesia?

Posted by Unknown

Hindu adalah salah satu agama yang diakui di Indonesia. Selain Hindu terdapat 4 agama lainnya di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, katolik, dan agama Buddha. Agama Hindu tergolong agama yang banyak penganutnya di Indonesia. Siapa yang membawa dan menyebarkan agama Hindu di Indonesia? Yang membawa dan menyebarkan agama Hindu di Indonesia adalah para pedagang dari Negara india.

Terdapat beberapa teori yang menyebutkan tentang masuk dan penyebaran agama Hindu di Indonesia, yaitu:
  1. Teori Sudra. Teori Sudra menyebutkan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang dari kasta Sudra, yaitu yang dianggap sebagai orang-orang buangan.
  2. Teori Waisya. Teori Waisya menyebutkan bahwa agama Hindu dibawa oleh orang-orang yang berkesta Waisya karena sebagian besar dari mereka adalah pedagang.
  3. Teori Ksatria. Teori Ksatria menyebutkan bahwa agama Hindu dibawa dan disebarkan ke Indonesia oleh orang-orang yang berkasta Ksatria.
  4. Teori Brahmana. Teori Brahmana menyebutkan bahwa agama Hindu dibawa dan disebarkan ke Indonesia oleh kaum Brahmana. Kaum Brahmana datang ke Indonesia karena diundang oelh para kepala suku yang ingin lebih tahu lagi tentang agama Hindu.
Para ahli sejarah menganggap bahwa teori Brahmana yang paling sesuai karena berdasarkan bukti yang telah ditemukan, yaitu bahwa:
  • Kaum Brahmana adalah golongan pendeta yang berhak dan mampu menyebarkan agama Hindu.
  • Pemakaian bahasa Sansekerta pada prasasti yang telah ditemukan hanya kaum Brahmana yang mengerti bahasa Sansekerta. Di Indonesia bahasa Sansekerta hanya digunakan dalam kitab suci dan pada upacara keagamaan saja.
More aboutSiapa yang Menyebarkan Agama Hindu di Indonesia?

Mana yang Lebih Dulu Penyebaran Agama Budha atau Hindu di Indonesia?

Posted by Unknown on Sunday, April 6, 2014

Penyebaran agama Budha di Indonesia dilakukan oleh bangsa India. Penyebaran agama Budha ternyata lebih dulu dibandingkan dengan penyebaran agama Hindu di Indonesia. Penyebaran agama Budha dilakukan oleh para penyiar agama dari India yang disebut dengan istilah Dharmadhuta. Para Dharmadhuta membawa tugas untuk menyebarkan ajaran dari sang Buddha Gautama, yaitu Buddha.

Agama Budha menyebar di Indonesia sejak abad 2 masehi yang dibuktikan dengan ditemukannya patung Budha yang terbuat dari perunggu di Provinsi Sulawesi Selatan dan Jember. Bukti lain penyebaran agama Buddha lebih dulu dari pada agama Hindu adalah ditemukannya patung Buddha dari batu di Palembang.

Patung Budha yang ditemukan di Indonesia ada beberapa jenis, ada yang berlanggam Amarawati dan ada yang berlanggam Gandhara. Patung Budha langgam Amarawati dapat ditemukan di Jember dan Sulawesi Selatan, berbahan dasar perunggu. Sedangkan patung Budha langgam Gandhara, berbahan dasar batu dapat kita temukan di Palembang, Sumatra Selatan. Penganut agama Budha di Indonesia mayoritas beraliran Budha Mahayana. Perkembangan agama Budha di Indonesia mencapai puncaknya pada masa kerajaan Sriwijaya, di mana Sriwijaya menjadi pusat agama Budha.

http://commons.wikimedia.org

Arca Buddha bergaya Amarawati dipamerkan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Arca ini ditemukan di situs Bukit Seguntang, Palembang, pada tahun 1920-an, dan ditemukan dalam beberapa pecahan. Bagian yang pertama kali ditemukan adalah bagian kepalanya, beberapa bulan kemudian bagian tubuhnya ditemukan, hanya bagian kakinya yang kini masih hilang. Arca setinggi 277 cm ini dibuat dari batu granit yang banyak ditemukan di pulau Bangka. Arca ini mengikuti langgam Amarawati yang berkembang di India Selatan abad II sampai V masehi. Langgam Amarawati sampai Kerajaan Sriwijaya melalui hubungan dagang dan keagamaan dengan India, diperkirakan arca ini berasal dari abad VII sampai VIII masehi.
More aboutMana yang Lebih Dulu Penyebaran Agama Budha atau Hindu di Indonesia?

Bagaimana Proses Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia?

Posted by Unknown on Saturday, April 5, 2014

Kesuburan dan keindahan wilayah Indonesia sudah terkenal sejak zaman dahulu. Banyak kelompok orang yang berdatangan ke Indonesia dan menetap, Mereka yang datang dan menetap di Indonesia adalah para pedagang dan pemuka agama. Indonesia adalah wilayah yang sangat strategis karena Indonesia berada di antara dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia juga diapit oleh dua benua yaitu Benua Asian dan Benua Australia.

Indonesia sering dijadikan tempat singgah para pedagang sebelum melanjutkan perjalanan, karena letak Indonesia berada dalam jalur perdagangan. Sejak abad 500 Sebelum Masehi (SM) kegiatan perdagangan di Asia dilakukan melalui jalur darat. Sebelumnya tidak pernah digunakan jalur laut ntuk menuju suatu negara ke negara lain. Jalur tersebut dimulai dari Cina melalui Asia Selatan menuju ke Turkistan dan akhirnya ke Laut Tengah. Jalur tersebut terkenal dengan sebutan "Jalur Sutra" (silk road).

Mengapa disebut jalur sutra? Disebut jalur sutra karena barang yang dibawa oleh para pedagang berupa kain sutra. jalur perdagangan dialihkan sejak abad 1 Masehi yang merupakan jalur perdagangan baru melalui jalur laut. Jalur perdagangan melalui laut dibuat karena jalur melalui darat tidak aman lagi.

Jalur perdagangan yang baru ini telah mendorong munculnya hubungan perdagangan di semua wilayah yang dilaluinya, termasuk juga wilayah Indonesia. Posisi Indonesia sangat setrategis karena Indonesia berada di tengah-tengah jalur perhubungan dagang antara Cina dan Romawi, oleh sebab itu, terjadilah hubungan dagang antara Indonesia dengan Cina dan India.

Kesimpulannya, Proses Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia adalah dari proses hubungan dagang tersebut, maka pengaruh agama Hindu dan Budha masuk ke Indonesia.
More aboutBagaimana Proses Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia?