Showing posts with label IPS SD Kelas 4. Show all posts
Showing posts with label IPS SD Kelas 4. Show all posts

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Posted by Unknown on Tuesday, August 26, 2014

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan! - Kenampakan alam merupakan bentuk muka bumi. Kenampakan alam disebut juga dengan istilah bentang alam. Setiap daerah mempunyai kenampakan alam yang berbeda-beda. Ada yang datar, ada yang berbukit-bukit. Ada pula daerah yang tertutup atau digenangi oleh air. Seperti sungai dan laut. Pada dasarnya kenampakan alam dibagi menjadi 2 bagian yaitu kenampakan alam wilayah daratan dan kenampakan alam wilayah perairan.

Wilayah daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat. Kenampakan alam yang termasuk wilayah daratan adalah sebagai berikut:

1. Dataran rendah

Dataran rendah adalah wilayah datar yang memiliki ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut. Pada peta, dataran rendah biasanya digambarkan dengan warna hijau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian. Ibu kota propinsi di Indonesia hampir semuanya berada di dataran rendah dan dekat dengan laut. Seperti kota Jakarta, Surabaya dan Pontianak. Tanaman yang cocok di dataran rendah adalah padi, palawija dan tebu.

2. Dataran tinggi

Dataran Tinggi adalah wilayah daratan luas yang terletak pada ketinggian di atas 200 meter dari permukaan air laut. Dataran tinggi disebut juga plateau atau plato. Pada peta, dataran tinggi biasanya digambarkan dengan warna coklat. Contoh dataran tinggi di Indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), Dataran Tinggi Alas (Aceh), Dataran Tinggi Bone (Sulawesi Selatan). Dataran tinggi sangat cocok untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Tanaman yang cocok untuk perkebunan antara lain teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan.

3. Pantai

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan laut. Pantai ada yang landai ada yang terjal. Pantai banyak yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Contohnya adalah Pantai Carita (Banten), Pantai Senggigi (NTB), Pantai Ancol (DKI Jakarta), dan Pantai Kasih (Aceh). Selain sebagai tempat wisata, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan dan pembuatan garam.

4. Gunung

Gunung adalah bagian bumi yang menonjol tinggi dengan ketinggian puncaknya di atas 600 m. Gunung dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Gunung berapi

Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat meletus. Contoh gunung berapi adalah Gunung Merapi (Jawa Tengah), Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Agung dan Gunung Batur (Bali), Gunung Kerinci (Nusa Tenggara Barat).

b. Gunung tidak berapi

Gunung tidak berapi merupa-kan gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung tidak berapi sangat kecil kemungkinan untuk meletus. Gunung tidak berapi sering juga disebut gunung mati. Contoh gunung tidak berapi adalah Gunung Muria (Jawa Tengah), Gunung Tambora (NTB), dan Gunung Melawan (Kalimantan Tengah). Gunung terdiri dari tiga bagian. Yaitu puncak, lereng dan kaki gunung. Tanah yang berada di sekitar gunung sangat subur. Mengapa bisa demikian? Karena mengandung fosfor dan silika yang berasal dari letusan gunung. Hal ini menyebabkan lereng dan kaki gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon lebat dan cocok untuk kegiatan perkebunan.

5. Pegunungan

Pegunungan adalah rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain. Pegunungan juga sering dimanfaatkan untuk tempat wisata. Selain karena udaranya yang sejuk juga karena pemandangan di pegunungan sangat indah. Contoh pegunungan di Indonesia adalah Pegunungan Kendeng (Jawa Tengah), Pe-gunungan Sibolangit (Aceh), Pegunungan Bukit Barisan (Bengkulu-Jambi), dan Pegunungan Jayawijaya (Papua).

6. Tanjung

Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke laut. Tanjung kadang disebut dengan istilah Ujung. Tanjung yang luas disebut semenanjung. Tanjung banyak dimanfaatkan untuk membangun pelabuhan. Contoh tanjung di Indonesia adalah Tanjung Perak (Surabaya-Jatim), Tanjung Priok (DKI Jakarta), Tanjung Batu (Kalimantan Timur) dan Ujung Kulon (Jawa Barat).

7. Delta

Delta adalah daratan yang berada di tengah sungai. Biasanya di muara sungai. Muara sungai merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut. Contoh dari delta adalah Delta Sungai Bengawan Solo yang bermuara di Laut Jawa, dan Delta Sungai Mahakam di Kalimantan yang bermuara di Selat Makasar.
More aboutSebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah

Posted by Unknown on Monday, August 25, 2014

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah? - Peta merupakan gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan skala tertentu. Kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas. Peta yang dibuat pada bidang bola disebut globe.

Cara memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan teknik kotak. Jika peta diperbesar atau diperkecil maka skalanya juga berubah.

Berikut ini cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara mudah:

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah
  1. Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
  2. Sedangkan memperkecil peta adalah membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
  3. Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf.
  4. Kita juga dapat memperbesar dan memperkecil peta dengan cara sederhana, yaitu dengan menggambar langsung dari gambar asli dengan bantuan garis kotak-kotak. Caranya hampir sama dengan teknik kotak. Hanya saja dalam membuat petak pada kertas dibuat lebih besar atau lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Jika ingin diperbesar dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua kali juga. Jika ingin diperkecil dua kali, maka kotak juga diperkecil ukurannya dua kali.
More aboutBagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Posted by Unknown

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta? - Peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta ada 2 macam, yaitu skala angka dan skala garis.

1. Skala angka

Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan angka. Misalnya: Skala 1 : 500.000. Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

2. Skala garis

Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi. Misalnya:

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis menunjukkan jarak pada peta. Satuannya adalah sentimeter. Sedangkan angka yang berada di atas garis menunjukkan jarak sebenarnya. Satuannya adalah kilometer. Sehingga sesuai dengan skala garis di atas dapat dibaca bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala yang kecil. Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah sempit seperti kota dan pasar, digunakan skala yang besar. Misalnya 1:5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 50 m pada jarak sebenarnya.

Berdasarkan skala yang tertulis pada peta, kita dapat menghitung jarak suatu tempat.

Contoh:

Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.
More aboutBagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah

Posted by Unknown on Tuesday, August 12, 2014

Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah? - Bagaimana cara membuat atau menggambar peta? Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu - Menggambar peta dapat dilakukan dengan 2 cara mudah, yaitu:
  1. Menggunakan cara menjiplak
  2. Menggunakan teknik kotak
Dengan teknik menjiplak hanya dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan kertas putih.
 
Sedangkan dengan teknik kotak dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut:
 
Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah
  1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
  2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
  3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli dengan menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
  4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis yang membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
  5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Lebih baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
  6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah nomor dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
  7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta!
  8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna seperti yang ada pada peta di atlasmu!
  9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibuat dengan pensil beserta huruf dan nomornya!
More aboutBagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah

Contoh Soal Ulangan Harian IPS SD Kelas 4 tentang Peta

Posted by Unknown

Berikut ini Contoh Soal Ulangan Harian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD Kelas 4 tentang Peta.

Pertanyaan:
1. Apa nama ibukota propinsi Bali?
2. Apa nama bandara di propinsi Bali?
3. Sebutkan nama-nama gunung yang ada di propinsi Bali!
4. Ada berapa danau di propinsi Bali? Sebutkan!
5. Sebutkan tiga pulau yang ada di propinsi Bali!
6. Sebutkan nama-nama selat yang ada di sekitar propinsi Bali!
7. Adakah sungai di Propinsi Bali? Jika ada sebutkan!
8. Apa saja manfaat peta bagi kita?
9. Apa akibatnya bila terdapat kesalahan dalam membuat peta?
10. Mengapa dalam membuat peta harus dicantumkan tahun pembuatannya?

Jawaban:
  1. Ibukota Propinsi Bali adalah Denpasar.
  2. Bandar udara (Bandara) di Pulau Bali adalah Bandar Udara Ngurah Rai.
  3. Gunung yang berada di propinsi Bali, yaitu Kabupaten Jembrana Bali: 1) Gunung Kelatakan tingginya 698 m dpl, 2) Gunung Sangiang tingginya 1.004 m dpl, 3) Gunung Merbuk tingginya 1.356 m dpl, 4) Gunung Mesehe tingginya 1.300 m dpl, 5) Gunung Ngandang tingginya 622 m dpl, dan 6) Gunung Musi tingginya 1.215 m dpl. Kabupaten Tabanan Bali: 1) Gunung Batu Karu tingginya 2.276 m dpl, 2) Gunung Sengjang tingginya 2.087 m dpl, 3) Gunung Pohang tingginya 2.089 m dpl, dan 4) Gunung Catur tingginya 2.098 m dpl. Kabupaten Klungkung Bali: 1) Gunung Mundi tingginya 529 m dpl. Kabupaten Bangli Bali: 1) Gunung Batur tingginya 1.717 m dpl, 2) Gunung Penulisan tingginya 1.745 m dpl, dan Gunung Abang tingginya 2.152. Kabupaten Karangasem: 1) Gunung Agung tingginya 3.142 m dpl, 2) Gunung Sidemen tingginya 826 m dpl, dan 3) Gunung Seraya tingginya 1.058 m dpl. Kabupaten Buleleng Bali: 1) Gunung Prapat Agung tingginya 310 m dpl, 2) Gunung Banyu Wedang tingginya 430 m dpl, 3) Gunung Patas tingginya 1.414 m dpl, 4 Gunung Lok Badung tingginya 1.028 m dpl, 5) Gunung Kutul tingginya 842 m dpl, 6) Gunung Lesong tingginya 1.860 m dpl, dan 7) Gunung Silang Jana tingginya 1.903 m dpl.
  4. Danau di Pulau Bali ada 4, yaitu: 1) Danau Beratan luasnya 370 m persegi di Kabupaten Tabanan, 2) Danau Batur luasnya 1.607,5 m persegi di Kabupaten Bangli, 3) Danau Buyan luasnya 360 m persegi di Kabupaten Buleleng, dan 4) Danau Tamblingan luasnya 110 m persegi di Kabupaten Buleleng Bali.
  5. Pulau yang ada di Propinsi Bali anatara lain: Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
  6. Selat yang ada di Propinsi Bali anatar lain: 1) Selat Badung berada di antara Pulau Bali dan Pulau Nusa Penida, 3) Selat Bali berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali, dan 3) Selat Lombok berada di antara Pulau Bali dan Pulau Lombok.
  7. Nama-nama sungai di Bali antara lain: Sungai Tukad Ayung, Sungai Bubuh, Jeh Ajung, Jeh He, Jeh Jinah, Jeh Poh, Jeh Sungi, Tukad Buleleng, Tukad Banjumala, Tukad Pakerisan, Sungai Balangan, Sungai Batulaya, Sungai Pancuran, Sungai Pangi, dan sungai Tukad Pakerisan.
  8. Manfaat peta bagi kita anatara lain: 1) Dapat mengetahui jarak suatu tempat dengan tempat yang lainnya. 2) Dapat menentukan arah pada suatu tempat di Bumi. 3) Peta dapat memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan suatu tempat. 4) Dengan peta khusus atau peta tematik bisa diperoleh data-data yang diperlukan untuk pendidikan dan menetukan kebijakan pemerintah. dan 5) Dengan peta seorang pengusaha dapat membuat perencanaan bisnis.
  9. Akibat jika terjadi kesalahan dalam membuat peta adalah 1) jarak suatu tempat dengan tempat yang lainnya menjadi tidak akurat. 2) tidak bisa menentukan arah pada suatu tempat di Bumi. 3) tidak dapat memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan suatu tempat. dan 4) tidak bisa memperoleh data-data yang diperlukan.
  10. Dalam membuat peta harus dicantumkan tahun pembuatannya karena tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk digunakan saat ini.
More aboutContoh Soal Ulangan Harian IPS SD Kelas 4 tentang Peta