Sebutkan Contoh Peristiwa Alam yang Mempengaruhi Kehidupan Sosial

Posted by Rinoto Rin on Friday, September 12, 2014

Sebutkan Contoh Peristiwa-Peristiwa Alam yang Mempengaruhi Kehidupan Sosial! - Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita pernah mengalami atau merasakan berbagai peristiwa alam. Peristiwa alam tersebut ada yang menguntungkan, namun ada pula yang merugikan. Peristiwa yang merugikan biasanya disebut sebagai bencana alam. Bencana alam dapat menimbulkan banyak kerugian harta, bangunan, persawahan bahkan dapat pula menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa alam dapat terjadi pada skala kecil dapat pula terjadi pada skala yang besar. Seperti misalnya bencana tsunami yang terjadi Aceh. Bencana tersebut tergolong bencana yang berskala besar, hingga dimasukkan sebagai bencana nasional. Bencana tersebut menimbulkan korban puluhan ribu nyawa.

Berbagai peristiwa alam yang mempengaruhi kehidupan sosial manusia antara lain sebagai berikut:

1. Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan gerakan atau goncangan bumi karena tekanan-tekanan dari dalam bumi. Kamu mungkin pernah merasakannya. Gempa bumi ada yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi atau karena aktivitas gunung berapi. Ada pula karena tanah runtuh dan bendabenda langit yang jatuh.

Gempa bumi yang terjadi di Indonesia ada yang berskala kecil ada yang berskala besar. Skala yang sering digunakan adalah skala Richter. Gempa bumi yang berukuran 2 atau kurang pada skala Richter mungkin tidak terasa. Namun bila ukurannya mencapai 7 atau lebih, kerusakan akan terjadi. Gempa yang berskala besar dapat menyebabkan kerusakan rumah atau gedung, tanah retak dan menimbulkan korban jiwa.

Agar gempa bumi yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa perlu dilakukan antisipasi. Rumah dan gedung harus dirancang supaya tahan gempa. Sistem pengamanan pun harus disiapkan dengan baik. Sehingga bila sewaktu-waktu terjadi gempa dan tsunami masyarakat bisa segera diamankan.

Mengapa Indonesia Rawan Gempa?

Sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempa bumi. Gempa dalam skala yang berbeda-beda dan menyebar di berbagai wilayah di tanah air hampir terjadi setiap hari. Sebagai contoh gempa berskala besar yang pernah terjadi adalah sebagai berikut.

Pada tahun 1992, Pulau Flores diguncang gempa dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa lebih dari 2.000 orang. Gempa superhebat terjadi pada 24 Desember 2004 di Aceh. Pusat gempanya (hiposentrum) berskala 9 skala Richter. Korban nyawa mencapai ratusan ribu orang.

Pada 3 Juni 2006, gempa tektonik berskala 5,7 skala Richter menghancurkan sebagian wilayah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Akibatnya lebih dari 6.000 orang meninggal.

2. Gunung Meletus

Mengapa gunung dapat meletus? Di dalam perut bumi terdapat cairan panas yang disebut magma. Bila tekanan cairan ini naik terus akan membuat cairan ini naik ke atas dan keluar melalui kawah gunung. Terjadilah gunung meletus.

Gunung yang meletus dapat menyebabkan berbagai kerusakan baik kerusakan jalan, rumah sawah, ataupun hutan. Namun setelah beberapa tahun kemudian tanah yang terkena letusan gunung menjadi subur. Bila masyarakat yang terdapat di sekitar gunung meletus tidak segera diungsikan dapat mengakibatkan korban jiwa.

3. Banjir atau Air Bah

Banjir biasanya terjadi pada musim penghujan. Jakarta termasuk kota yang tiap tahun terjadi banjir. Pada dasarnya banjir disebabkan oleh:
  • Hujan yang sangat deras
  • Kerusakan bendungan dan gempa bumi
  • Tersumbatnya saluran air dan sungai karena timbunan sampah
  • Gunung yang gundul sehingga tidak ada akar tanaman yang menahan arus air saat hujan
Banjir sering terjadi akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Kebisaan membuang sampah
ke sungai atau saluran air dan menebang hutan sembarangan dapat menyebabkan banjir. Hutan yang gundul, saat hujan juga dapat menyebabkan tanah longsor. Banjir dapat membawa akibat buruk, yakni:
  • Kerusakan lahan pertanian
  • Kerusakan bangunan
  • Korban kematian dan luka
  • Muncul berbagai penyakit menular

4. Angin Topan

Angin jika berhembus pelan terasa sejuk dan segar. Apalagi jika di daerah pegunungan. Namun jika angin berhembus dengan sangat kencang dapat menimbulkan malapetaka. Angin yang sangat kencang ini disebut angin topan. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang cukup besar. Angin topan disebut juga angin puting beliung, angin ribut, atau angin puyuh. Di Jawa disebut lesus. Angin topan yang sangat dasyat disebut Tornado.

Kerusakan akibat angin topan antara lain kerusakan rumah dan tanaman. Rumah-rumah bahkan bisa roboh. Pohon-pohon pun bisa tumbang. Orang yang tidak segera menyelamatkan diri dapat tertimpa rumah ataupun pohon.

Terjadinya bencana alam atau kerusakan alam bisa disebabkan oleh kondisi yang ada di alam seperti gempa bumi tektonik. Namun kerusakan atau bencana alam bisa juga disebabkan perbuatan manusia yang merusak seperti banjir. Berikut ini merupakan perilaku manusia yang dapat merusak alam dan lingkungan:
  1. Membakar atau menebang hutan secara liar
  2. Mencemari udara dengan asap
  3. Membuang sampah dan limbah sembarangan
  4. Membuat ladang berpindah

Pemanasan Global

Menurut pengamatan para ahli, bumi ini kian hari kian panas. Seperti yang dirasakan sekarang ini. Sekarang suhu udara di pegunungan tidak sedingin dulu. Mengapa bumi semakin panas? Asap kendaraan bermotor, pembakaran dan penggundulan hutan, dan penggunaan listrik yang boros, semuanya menjadi penyebab pemanasan global.

Akibat dari pemanasan global adalah semakin menipisnya lapisan ozon di atmosfer bumi. Jika ozon tidak ada, maka tidak ada lagi yang melindungi manusia dari sinar ultraviolet matahari. Sinar ultraviolet matahari berbahaya bagi tubuh manusia, yakni dapat menimbulkan penyakit kanker. Selain itu permukaan air laut bisa menjadi semakin naik dan terjadi perubahan iklim. Tahun 2050 Jakarta akan tenggelam akibat naiknya permukaaan air laut dari tahun ke tahun. Ini terjadi jika tidak dilakukan pencegahan.

Apa yang bisa dilakukan? Marilah memulainya dengan hidup hemat, hemat listrik dan energi, banyak menanam pohon, tidak menggunakan semprotan, kulkas, dan AC serta menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja.
More aboutSebutkan Contoh Peristiwa Alam yang Mempengaruhi Kehidupan Sosial

Sebutkan Contoh Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia

Posted by Rinoto Rin

Sebutkan Contoh Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia! - Peralatan dan perlengkapan hidup manusia antara lain berupa pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata dan alat transportasi. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia juga dipengaruhi oleh keadaan alam di mana mereka tinggal. Manusia banyak memanfaatkan apa yang ada di lingkungannya untuk membuat peralatan dan perlengkapan hidup.
 
1. Pakaian

Manusia banyak memanfaatkan tumbuhan dan hewan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sandangnya. Seperti bulu domba, bulu burung, kulit buaya ataupun dedaunan. Pada zaman dahulu manusia langsung mengenakan bahanbahan tersebut untuk menutup tubuh.

Seiring dengan perkembangan pengetahuan, manusia mengolah terlebih dahulu bahan-bahan alam tersebut menjadi kain. Baru setelah itu dijahit dan dibentuk pakaian. Tidak hanya pakaian, aksesoris
lainnya seperti tas, topi ataupun sepatu juga dibuat dari bahan di lingkungan sekitar.

Kondisi alam juga berpengaruh pada ketebalan baju yang dikenakan manusia. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, lebih sering mengenakan baju tebal. Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah kota atau pantai yang panas lebih sering menggunakan baju yang tipis dan mudah menyerap keringat.

2. Rumah

Tak ubahnya seperti pakaian, manusia dalam membuat rumah juga dipengaruhi oleh kondisi alam. Baik dalam hal bentuknya maupun bahan pembuatannya. Bahkan tempat membangun dan arah pintu rumah juga dipengaruhi kondisi alam.

Rumah-rumah di daerah yang jauh dari kota terbuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar. Seperti kayu, bambu dan dedaunan untuk atapnya. Di daerah pantai masyarakatnya membuat rumah panggung agar tidak terkena air laut. Di tempat yang banyak binatang buas juga dibangun rumah panggung. Bentuk atap rumah pun juga demikian.

Jika diperhatikan bentuk atap beberapa rumah adat di Indonesia hampir sama. Mirip apakah atap-atap tersebut? Sekilas ada yang mirip tanduk. Namun sebenarnya atap rumah-rumah tersebut mirip dengan perahu yang dibalik. Mengapa mirip perahu? Dahulu masyarakat kita terkenal sebagai pelaut yang ulung. Perahu merupakan bagian paling penting dari kehidupan mereka. Karena itu bentuk perahu diabadikan dalam bentuk atap bangunan khas Indonesia.

Selain dipengaruhi oleh kondisi alam, pembanguan rumah juga dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat. Di Kalimantan Tengah, orang Dayak membangun desa di pinggir aliran sungai. Mereka percaya bahwa air sungai dari hulu membawa rahmat dari Tuhan. Mereka juga percaya bahwa sungai juga dapat menghanyutkan roh-roh jahat ke muara. Di Bali, masyarakatnya membangun rumah atau desa tidak sembarang tempat. Mereka percaya setiap wilayah di bumi ini mempunyai arti tertentu. Ada tempat yang baik untuk didiami, ada juga yang tidak.

3. Alat transportasi

Kondisi alam juga berpengaruh pada alat trasportasi yang digunakan manusia. Daerah-daerah yang belum dibangun jalan raya sulit dijangkau dengan kendaraan seperti di kota. Pesawat pun tidak dapat sembarangan bisa memasuki daerah-daerah seperti ini. Pesawat yang digunakan adalah pesawat khusus yang dinamakan pesawat perintis. Di daerah yang berbukit-bukit, masyarakatnya masih banyak menggunakan kuda sebagai alat transportasi. Seperti di daerah Gunung Bromo, Jawa Timur.

Di Kalimantan yang masih penuh dengan hutan lebat, namun banyak sungai, transportasi utama mereka adalah transportasi air. Mereka menggunakan berbagai jenis perahu dan rakit untuk segala kebutuhan pengangkutan. Ke sekolah, ke kantor pemerintahan atau ke tempat lainnya mereka gunakan perahu. Sungai juga menjadi jalur untuk mengangkut berbagai hasil bumi. Bahkan pasar pun juga dibuat di atas sungai. Pasar seperti ini dikenal dengan sebutan pasar apung.

4. Senjata dan alat-alat rumah tangga

Banyak senjata yang digunakan masyarakat dibuat dari bahan yang ada di sekitar mereka. Seperti panah dan tombak. Setelah mengenal logam, masyarakat menempa besi menjadi berbagai macam senjata. Seperti pisau, belati dan pedang. Demikian pula dalam membuat alat-alat rumah tangga.

Banyak yang memanfaatkan bahan yang ada di alam. Seperti tanah liat untuk membuat tempayan dan pot bunga. Kayu dan bambu untuk membuat meja, kursi, almari dan perabot rumah tangga lainnya. Daun-daun pun juga dianyam menjadi tikar dan atap rumah.

5. Makanan

Di Indonesia sebagian besar penduduknya makan nasi sebagai makanan pokok. Di beberapa tempat seperti di Papua makanan pokok mereka adalah sagu. Sedangkan di Madura, makanan pokok mereka adalah jagung. Makanan, baik makanan pokok maupun yang lainnya tak lepas dari potensi alam yang ada di setiap daerah. Di daerah-daerah pantai misalnya, ikan laut merupakan menu utama masyarakat yang ada di sana.

6. Pengetahuan

Manusia dengan akal yang diberikan oleh Tuhan, belajar banyak hal dari alam. Para nelayan memiliki pengetahuan berlayar, menangkap ikan dan membuat garam. Selain itu mereka juga memiiliki pengetahuan tentang rasi bintang dan menggunakannya sebagai petunjuk arah. Rasi bintang juga digunakan para petani untuk mengetahui musim dan menentukan tanaman yang cocok.

Petani selain memiliki pengetahuan rasi bintang juga memiliki pengetahuan bercocok tanam dan pengairan. Masyarakat Bali terkenal dengan teknik mengairi sawah yang disebut Subak. Subak merupakan kerja sama membuat saluran air. Dengan cara ini semua petani dapat mengairi sawahnya secara merata. Tidak ada yang merasa dirugikan.

7. Kesenian

Tidak ada manusia yang tidak menyukai keindahan. Kesenian merupakan segala sesuatu yang indah. Manusia mengungkapkan rasa indah dalam dirinya dalam beraneka bentuk kesenian. Seperti tarian, lagu, lukisan ataupun tulisan. Segala bentuk kesenian tersebut tak lepas dari pengaruh kondisi alam yang ada di sekitar manusia. Sebab kesenian merupakan hasil pengolahan akal pikiran, perasaan yang digabungkan dengan apa yang dilihat manusia di alam. Tak jarang kesenian merupakan bentuk rasa takjub manusia pada keindahan alam ciptaan Tuhan.

Di Indonesia hampir setiap daerah memiliki kesenian khas. Sebagai contoh di Aceh terdapat tari Saman dan lagu Bungong Jeumpa. Di Sulawesi terdapat Tari Maengket dan lagu O Ina Nikeke. Di Papua terdapat Tari Sampari dan lagu Apuse. Ada pula bentuk kesenian lain seperti seni patung yang banyak dijumpai di Bali dan seni membatik yang terdapat di Jawa Tengah. Bila kita amati kesenian-kesenian daerah tersebut menggambarkan sifat dan karakter masyarakatnya.

8. Bahasa

Untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain manusia membutuhkan bahasa. Di Indonesia terdapat ratusan bahasa daerah dengan logat yang berbeda-beda pula. Dahulu sebenarnya nenek moyang bangsa Indonesia adalah sama. Tentunya bahasa yang digunakan juga sama. Kemudian mereka menyebar dan menetap di banyak tempat di Nusantara. Karena terhalang oleh alam seperti gunung, laut dan sungai mereka tidak pernah berhubungan lagi. Maka dalam jangka waktu yang cukup lama terbentuklah suku-suku bangsa dengan bahasa daerah yang berbeda satu sama lain.

Walaupun demikian, karena berasal dari bahasa induk yang sama kadang kita jumpai kata-kata yang sama di beberapa daerah. Misalnya kata budal, mulih, peken di Bahasa Jawa juga terdapat di Bahasa Bali. Adakalanya dijumpai kata yang sama namun artinya berbeda di daerah lain. Seperti kata “bujur” bagi orang Kalimantan berarti lurus atau garis, tetapi bagi orang Sunda “bujur” artinya pantat. Selain kosakata, pengucapan atau logat di tiap daerah juga berbeda. Hal ini terlihat ketika berbahasa Indonesia. Kata yang sama diucapkan dengan logat yang berbeda-beda oleh orang dari daerah yang berbeda.

9. Sistem kemasyarakatan

Sistem kemasyarakatan meliputi kelompok atau organisasi, hubungan kekerabatan, peraturan-peraturan dan hukum. Masyarakat untuk maksud tertentu biasanya membentuk kelompok-kelompok atau organisasi tertentu. Organisasi tersebut dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau anggotanya. Misalnya di daerah pedesaan terdapat Koperasi Unit Desa yang mengurus kepentingan dan kebutuhan para petani.

Di kampung nelayan terdapat Koperasi Nelayan yang mengurus kepentingan dan kebutuhan para nelayan. Di dalam masyarakat selain terdapat kelompok atau organisasi juga terdapat peraturan-peraturan atau hukum baik tertulis ataupun tidak. Peraturan ini juga tidak lepas dari pengaruh keadaan alam. Sebagai contoh masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat melarang siapapun untuk masuk hutan. Apalagi mengambil tumbuhan atau hewan dari hutan itu. Untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat Kampung Naga membuat hutan buatan, yang mereka sebut Leuweng Pajegan. Itulah sebabnya Kampung Naga, selalu asri dan sejuk.
More aboutSebutkan Contoh Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia

Bagaimana Hubungan Kenampakan Alam dengan Keragaman Sosial Budaya

Posted by Rinoto Rin

Bagaimana Hubungan Kenampakan Alam dengan Keragaman Sosial Budaya? - Apakah pekerjaan masyarakat yang tinggal di daerah pantai? Sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah pantai bekerja sebagai nelayan. Mengapa? Sebab mereka tinggal di dekat laut. Di laut banyak terdapat ikan sehingga mereka memanfaatkannya untuk mencari nafkah. Mereka menangkap ikan kemudian mereka jual ataupun digunakan untuk kebutuhan sendiri.

Jika diamati ternyata kenampakan alam berpengaruh terhadap pekerjaan masyarakat yang tinggal di situ. Di daerah pegunungan kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani. Mereka memanfaatkan tanah pegunungan yang subur menjadi lahan perkebunan. Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan? Masyarakat yang tinggal perkotaan karena tidak ada sawah banyak yang bekerja menjadi pegawai pabrik, berdagang ataupun bekerja di kantor-kantor.

Pekerjaan merupakan salah satu bentuk sosial budaya. Selain berpengaruh terhadap pekerjaan, kenampakan alam juga berpengaruh terhadap bentuk sosial budaya yang lain, misalnya adat istiadat.
 
Adat istiadat merupakan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara turun temurun. Adat istiadat sangat dipengaruhi keadaan alam di mana manusia tinggal. Masyarakat di pedesaan masih memegang erat adat istiadat seperti hidup bergotong-royong, selamatan dan membuat sesaji. Para petani di pedesaan ada yang membuat sesaji ketika akan menanam bibit padi dan ketika panen. Para nelayan juga mempersembahkan sesaji untuk “dewa laut” ketika akan mencari ikan.

Masyarakat di pedesaan juga memiliki tradisi gotong-royong yang masih kuat. Hubungan antar warga di pedesaan sangat akrab. Mereka bahu membahu melakukan setiap pekerjaan tetangga yang membutuhkan bantuan. Seperti mendirikan rumah, memanen padi, membersihkan lingkungan dan sebagainya. Berbeda dengan masyarakat kota. Hubungan antar warga sangat renggang, bahkan kadang dengan tetangga tidak saling mengenal. Masyarakat di kota ketika akan membangun rumah harus menyewa orang lain.
More aboutBagaimana Hubungan Kenampakan Alam dengan Keragaman Sosial Budaya

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Perairan

Posted by Rinoto Rin

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Perairan - Kenampakan Alam Wilayah Perairan - Wilayah perairan merupakan bagian dari permukaan bumi yang tergenangi air. Kenampakan alam yang termasuk wilayah perairan adalah sungai, danau, laut, selat, teluk, dan rawa.

1. Sungai

Sungai adalah aliran air yang panjang yang berasal dari mata air dan bermuara atau berakhir di laut. Sungai banyak digunakan untuk sarana transportasi dan irigasi. Sungai di Kalimantan banyak yang dimanfaatkan untuk pasar apung. Contoh sungai di Indonesia adalah Sungai Kapuas (Kalimantan), Bengawan Solo (Jawa Tengah), dan Sungai Asahan (Riau).

2. Danau

Danau merupakan genangan air yang luas yang dikelilingi daratan. Kebanyakan danau adalah air tawar. Danau sering digunakan untuk rekreasi dan olahraga. Contoh danau di Indonesia adalah Danau Laut Tawar (Aceh), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Segara Anakan (NTB), Danau Batur (Bali).

Danau ada juga yang sengaja dibuat oleh manusia. Danau buatan ini disebut waduk. Contohnya Waduk Gajah Mungkur (Jawa Tengah) dan Waduk Jatiluhur (Jawa Barat). Waduk biasanya digunakan untuk pengairan, pembangkit listrik dan rekreasi.

3. Laut
Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Perairan

Laut merupakan perairan yang luas dengan ciri airnya asin. Laut banyak yang menghasilkan berbagai jenis ikan, udang, kerang serta rumput laut. Laut banyak dimanfaatkan juga untuk rekreasi dan transportasi. Laut yang sangat luas disebut samudera. Contoh laut di Indonesia adalah Laut Jawa, Laut Banda dan Laut Sulawesi. Sedangkan contoh samudera adalah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

4. Selat

Selat adalah laut sempit di antara dua pulau. Selat ada yang dibuat oleh manusia. Selat buatan disebut terusan atau kanal. Selat sering digunakan sebagai jalur transportasi air antar pulau. Contoh selat adalah Selat Sunda (antara pulau Jawa dan Pulau Sumatera) dan selat Bali (antara pulau Jawa dan pulau Bali).

5. Teluk

Teluk merupakan laut yang menjorok ke daratan. Teluk di Indonesia sangat banyak. Teluk banyak dimanfaatkan untuk pelabuhan dan tempat wisata. Contoh teluk di Indonesia adalah Teluk Penyu, Teluk Semarang, Teluk Cendrawasih dan Teluk Bone.

6. Rawa

Rawa merupakan daerah yang digenangi air dengan tanahnya berlumpur. Rawa biasanya terdapat di daerah pantai. Keberadaan rawa sangat penting yakni mencegah dari kerusakan atau pencemaran lingkungan. Karena memiliki manfaat yang besar, rawa harus dijaga kelestariannya.
More aboutSebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Perairan

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Posted by Rinoto Rin on Tuesday, August 26, 2014

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan! - Kenampakan alam merupakan bentuk muka bumi. Kenampakan alam disebut juga dengan istilah bentang alam. Setiap daerah mempunyai kenampakan alam yang berbeda-beda. Ada yang datar, ada yang berbukit-bukit. Ada pula daerah yang tertutup atau digenangi oleh air. Seperti sungai dan laut. Pada dasarnya kenampakan alam dibagi menjadi 2 bagian yaitu kenampakan alam wilayah daratan dan kenampakan alam wilayah perairan.

Wilayah daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat. Kenampakan alam yang termasuk wilayah daratan adalah sebagai berikut:

1. Dataran rendah

Dataran rendah adalah wilayah datar yang memiliki ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut. Pada peta, dataran rendah biasanya digambarkan dengan warna hijau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian. Ibu kota propinsi di Indonesia hampir semuanya berada di dataran rendah dan dekat dengan laut. Seperti kota Jakarta, Surabaya dan Pontianak. Tanaman yang cocok di dataran rendah adalah padi, palawija dan tebu.

2. Dataran tinggi

Dataran Tinggi adalah wilayah daratan luas yang terletak pada ketinggian di atas 200 meter dari permukaan air laut. Dataran tinggi disebut juga plateau atau plato. Pada peta, dataran tinggi biasanya digambarkan dengan warna coklat. Contoh dataran tinggi di Indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), Dataran Tinggi Alas (Aceh), Dataran Tinggi Bone (Sulawesi Selatan). Dataran tinggi sangat cocok untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Tanaman yang cocok untuk perkebunan antara lain teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan.

3. Pantai

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan laut. Pantai ada yang landai ada yang terjal. Pantai banyak yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Contohnya adalah Pantai Carita (Banten), Pantai Senggigi (NTB), Pantai Ancol (DKI Jakarta), dan Pantai Kasih (Aceh). Selain sebagai tempat wisata, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan dan pembuatan garam.

4. Gunung

Gunung adalah bagian bumi yang menonjol tinggi dengan ketinggian puncaknya di atas 600 m. Gunung dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Gunung berapi

Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat meletus. Contoh gunung berapi adalah Gunung Merapi (Jawa Tengah), Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Agung dan Gunung Batur (Bali), Gunung Kerinci (Nusa Tenggara Barat).

b. Gunung tidak berapi

Gunung tidak berapi merupa-kan gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung tidak berapi sangat kecil kemungkinan untuk meletus. Gunung tidak berapi sering juga disebut gunung mati. Contoh gunung tidak berapi adalah Gunung Muria (Jawa Tengah), Gunung Tambora (NTB), dan Gunung Melawan (Kalimantan Tengah). Gunung terdiri dari tiga bagian. Yaitu puncak, lereng dan kaki gunung. Tanah yang berada di sekitar gunung sangat subur. Mengapa bisa demikian? Karena mengandung fosfor dan silika yang berasal dari letusan gunung. Hal ini menyebabkan lereng dan kaki gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon lebat dan cocok untuk kegiatan perkebunan.

5. Pegunungan

Pegunungan adalah rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain. Pegunungan juga sering dimanfaatkan untuk tempat wisata. Selain karena udaranya yang sejuk juga karena pemandangan di pegunungan sangat indah. Contoh pegunungan di Indonesia adalah Pegunungan Kendeng (Jawa Tengah), Pe-gunungan Sibolangit (Aceh), Pegunungan Bukit Barisan (Bengkulu-Jambi), dan Pegunungan Jayawijaya (Papua).

6. Tanjung

Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke laut. Tanjung kadang disebut dengan istilah Ujung. Tanjung yang luas disebut semenanjung. Tanjung banyak dimanfaatkan untuk membangun pelabuhan. Contoh tanjung di Indonesia adalah Tanjung Perak (Surabaya-Jatim), Tanjung Priok (DKI Jakarta), Tanjung Batu (Kalimantan Timur) dan Ujung Kulon (Jawa Barat).

7. Delta

Delta adalah daratan yang berada di tengah sungai. Biasanya di muara sungai. Muara sungai merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut. Contoh dari delta adalah Delta Sungai Bengawan Solo yang bermuara di Laut Jawa, dan Delta Sungai Mahakam di Kalimantan yang bermuara di Selat Makasar.
More aboutSebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah

Posted by Rinoto Rin

TUPOKSI - TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah adalah seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai pimpinan dalam sebuah instansi sekolah. Tupoksi kepala sekolah sangatlah berat. Masa jabatan dalam melaksanakan tugas yang harus diembannya itu 4 tahun dan dapat diangkat kembali satu kali lagi.

Berikut ini Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah:

A.    MENYUSUN PROGRAM KERJA
1.    Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi sekolah.
2.    Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan misi sekolah.
3.    Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan  tujuan sekolah.
4.    Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
5.    Membuat perencanaan program induksi.

B.    PELAKSANAKAN RENCANA KERJA
1.    Menyusun pedoman kerja;
2.    Menyusun struktur organisasi sekolah;
3.    Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan;
4.    Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi:
  • melaksanakan penerimaan peserta didik baru;
  • memberikan layanan konseling kepada peserta didik;
  • melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik;
  • melakukan pembinaan prestasi unggulan;
  • melakukan pelacakan terhadap alumni;
5.    Menyusun KTSP, kalender pendidikan, dan kegiatan pembelajaran;
6.    Mengelola  pendidik dan tenaga kependidikan;
7.    Mengelola sarana dan prasarana;
8.    Membimbing guru pemula;
9.    Mengelola  keuangan dan pembiayaan;
10.    Mengelola budaya dan lingkungan sekolah;
11.    Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah;
12.    Melaksanakan program induksi.

C.    SUPERVISI DAN EVALUASI
  1. Menyusun program supervisi.
  2. Melaksanakan program supervisi.
  3. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
  4. Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP.
  5. Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
  6. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah.
D.    KEPEMIMPINAN SEKOLAH
Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut:
  1. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
  2. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
  3. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
  4. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk  pelaksanaan peningkatan mutu;
  5. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
  6. melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;
  7. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta  didik dan masyarakat;
  8. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengaN menggunakan sistem pemberian penghargaan atas  prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan  dan kode etik;
  9. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
  10. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
  11. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
  12. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
  13. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
  14. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
  15. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/ madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
  16. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
  17. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
  18. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya;
  19. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah;
  20. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait  seperti KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa, prosedur-prosedur P3K, prosedur keamanan sekolah;
  21. melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
  22. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional);
  23. membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi  pembimbing bagi guru pemula;
  24. menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak  terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
  25. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;
  26. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula;
  27. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan  pembimbingan;
  28. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula  dan memberikan masukan untuk perbaikan;
  29. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula;
  30. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing, pengawas sekolah/ madrasah, dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru  pemula;
  31. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
  32. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
  33. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
  34. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/ madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
  35. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
  36. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
  37. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala  sekolah sesuai dengan bidangnya.
E.    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:
  1. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan, dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi;
  2. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja;
  3. menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
  4. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah;
  5. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi;
  6. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal;
  7. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah;
  8. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MOU);
  9. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah;
  10. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif.
More aboutTupoksi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah

Posted by Rinoto Rin on Sunday, August 24, 2014

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah? - Peta merupakan gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan skala tertentu. Kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas. Peta yang dibuat pada bidang bola disebut globe.

Cara memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan teknik kotak. Jika peta diperbesar atau diperkecil maka skalanya juga berubah.

Berikut ini cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara mudah:

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah
  1. Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
  2. Sedangkan memperkecil peta adalah membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
  3. Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf.
  4. Kita juga dapat memperbesar dan memperkecil peta dengan cara sederhana, yaitu dengan menggambar langsung dari gambar asli dengan bantuan garis kotak-kotak. Caranya hampir sama dengan teknik kotak. Hanya saja dalam membuat petak pada kertas dibuat lebih besar atau lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Jika ingin diperbesar dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua kali juga. Jika ingin diperkecil dua kali, maka kotak juga diperkecil ukurannya dua kali.
More aboutBagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Posted by Rinoto Rin

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta? - Peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta ada 2 macam, yaitu skala angka dan skala garis.

1. Skala angka

Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan angka. Misalnya: Skala 1 : 500.000. Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

2. Skala garis

Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi. Misalnya:

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis menunjukkan jarak pada peta. Satuannya adalah sentimeter. Sedangkan angka yang berada di atas garis menunjukkan jarak sebenarnya. Satuannya adalah kilometer. Sehingga sesuai dengan skala garis di atas dapat dibaca bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala yang kecil. Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah sempit seperti kota dan pasar, digunakan skala yang besar. Misalnya 1:5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 50 m pada jarak sebenarnya.

Berdasarkan skala yang tertulis pada peta, kita dapat menghitung jarak suatu tempat.

Contoh:

Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.
More aboutBagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Tantangan Berat Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013

Posted by Rinoto Rin

Tantangan Berat Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 adalah merupakan tantang bagi para pendidik (Guru) yang cukup berat karena selain merupakan barang baru, kurikulum 2013 juga membawa misi kemanusiaan yang sangat komplek dan mendasar sebagai mana tujuan pengembangan kurikulum 2013 itu sendiri.

Tujuan pengembangan kurikulum adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga  negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Dalam pelaksanaannya guru dituntut untuk bekerja keras, harus mau banyak belajar, dan penuh dengan kreatifitas.


Berikut ini kata-kata bijak, motto pendidikan, dan pemicu semangat para pendidik agar siap menghadapi tantangan kurikulum 2013:
  1. Semua anak memiliki cita-cita dan impian. Kita bertugas membantu mereka menggapai impiannya. Dan biarlah mereka mengubah dunia (Diadaptasi: Steve Jobs).
  2. APAKAH ANDA MASIH MEMILIKI MIMPI YANG HARUS DIWUJUDKAN? SIAPA DIANTARA ANDA YANG  MENULISKAN  IMPIAN  SEBAGAI RENCANA MASA DEPAN?
  3. Keberanian untuk merawat mimpi adalah separuh jalan menuju keberhasilan. Selebihnya adalah semangat dan kerja keras untuk meraih hasil terbaik (NOAH).
  4. Berikan aku soal-soal  yang paling sulit dan aku akan belajar. Karena belajar hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang bukan penakut. (Andrea Hirata).
  5. Education is the lifeself (John Dewey) artinya Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.
  6. Jangan ajarkan yang kamu tahu, Jangan juga ajarkan yang kamu mau, Tapi ajarkan dirimu yang sebenarnya (Bung Karno).
  7. OSCAR “SI KAKI CARBON” “Kita bukannya tidak mampu karena TIDAK  memiliki kemampuan, melainkan kita MAMPU karena memiliki kemampuan”.
  8. Kita tidak mungkin memiliki banyak  peluang pada semua  bidang. Mungkin kita hanya memiliki satu peluang pada satu bidang. Namun kita dapat membuat satu peluang tersebut dengan sebaik-baiknya dan memberikan sumbangan bagi kemajuan dunia. (Steve Jobs).
  9. JIKA KITA DAPAT MELAKUKAN  DENGAN LEBIH BAIK, BAGUS SAJA BELUM CUKUP. If you can do better, good is not enough (Nenek Farah Grey).
  10. Kita bukan orang besar. Kita tidak dapat menghasilkan karya-karya besar. Tetapi, kita dapat menghasilkan karya-karya kecil……. dengan CINTA yang besar. (Bunda Teresa).
  11. Pekerjaan biasa, Jika dikerjakan dengan cara-cara luar biasa, Akan menghasilkan karya yang luar biasa. (Starbuck Experience).
  12. Sukses bukanlah melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa, melainkan melakukan pekerjaan biasa dengan cara-cara yang luar biasa bagus. (Zespri NZ).
  13. JIKA ANDA MENGINGINKAN SESUATU YANG BELUM PERNAH ANDA MILIKI, ANDA HARUS MELAKUKAN SESUATU YANG BELUM PERNAH ANDA LAKUKAN (Thomas Jefferson).
  14. Pekerjaan akan terasa sangat mudah ketika anda lakukan, bukan hanya dibayangkan. Just do it.
More aboutTantangan Berat Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...