Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Posted by Rinoto Rin on Tuesday, August 26, 2014

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan! - Kenampakan alam merupakan bentuk muka bumi. Kenampakan alam disebut juga dengan istilah bentang alam. Setiap daerah mempunyai kenampakan alam yang berbeda-beda. Ada yang datar, ada yang berbukit-bukit. Ada pula daerah yang tertutup atau digenangi oleh air. Seperti sungai dan laut. Pada dasarnya kenampakan alam dibagi menjadi 2 bagian yaitu kenampakan alam wilayah daratan dan kenampakan alam wilayah perairan.

Wilayah daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat. Kenampakan alam yang termasuk wilayah daratan adalah sebagai berikut:

1. Dataran rendah

Dataran rendah adalah wilayah datar yang memiliki ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut. Pada peta, dataran rendah biasanya digambarkan dengan warna hijau. Dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian. Ibu kota propinsi di Indonesia hampir semuanya berada di dataran rendah dan dekat dengan laut. Seperti kota Jakarta, Surabaya dan Pontianak. Tanaman yang cocok di dataran rendah adalah padi, palawija dan tebu.

2. Dataran tinggi

Dataran Tinggi adalah wilayah daratan luas yang terletak pada ketinggian di atas 200 meter dari permukaan air laut. Dataran tinggi disebut juga plateau atau plato. Pada peta, dataran tinggi biasanya digambarkan dengan warna coklat. Contoh dataran tinggi di Indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), Dataran Tinggi Alas (Aceh), Dataran Tinggi Bone (Sulawesi Selatan). Dataran tinggi sangat cocok untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Tanaman yang cocok untuk perkebunan antara lain teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan.

3. Pantai

Sebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan laut. Pantai ada yang landai ada yang terjal. Pantai banyak yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Contohnya adalah Pantai Carita (Banten), Pantai Senggigi (NTB), Pantai Ancol (DKI Jakarta), dan Pantai Kasih (Aceh). Selain sebagai tempat wisata, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan dan pembuatan garam.

4. Gunung

Gunung adalah bagian bumi yang menonjol tinggi dengan ketinggian puncaknya di atas 600 m. Gunung dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Gunung berapi

Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat meletus. Contoh gunung berapi adalah Gunung Merapi (Jawa Tengah), Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Agung dan Gunung Batur (Bali), Gunung Kerinci (Nusa Tenggara Barat).

b. Gunung tidak berapi

Gunung tidak berapi merupa-kan gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung tidak berapi sangat kecil kemungkinan untuk meletus. Gunung tidak berapi sering juga disebut gunung mati. Contoh gunung tidak berapi adalah Gunung Muria (Jawa Tengah), Gunung Tambora (NTB), dan Gunung Melawan (Kalimantan Tengah). Gunung terdiri dari tiga bagian. Yaitu puncak, lereng dan kaki gunung. Tanah yang berada di sekitar gunung sangat subur. Mengapa bisa demikian? Karena mengandung fosfor dan silika yang berasal dari letusan gunung. Hal ini menyebabkan lereng dan kaki gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon lebat dan cocok untuk kegiatan perkebunan.

5. Pegunungan

Pegunungan adalah rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain. Pegunungan juga sering dimanfaatkan untuk tempat wisata. Selain karena udaranya yang sejuk juga karena pemandangan di pegunungan sangat indah. Contoh pegunungan di Indonesia adalah Pegunungan Kendeng (Jawa Tengah), Pe-gunungan Sibolangit (Aceh), Pegunungan Bukit Barisan (Bengkulu-Jambi), dan Pegunungan Jayawijaya (Papua).

6. Tanjung

Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke laut. Tanjung kadang disebut dengan istilah Ujung. Tanjung yang luas disebut semenanjung. Tanjung banyak dimanfaatkan untuk membangun pelabuhan. Contoh tanjung di Indonesia adalah Tanjung Perak (Surabaya-Jatim), Tanjung Priok (DKI Jakarta), Tanjung Batu (Kalimantan Timur) dan Ujung Kulon (Jawa Barat).

7. Delta

Delta adalah daratan yang berada di tengah sungai. Biasanya di muara sungai. Muara sungai merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut. Contoh dari delta adalah Delta Sungai Bengawan Solo yang bermuara di Laut Jawa, dan Delta Sungai Mahakam di Kalimantan yang bermuara di Selat Makasar.
More aboutSebutkan Contoh Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah

Posted by Rinoto Rin

TUPOKSI - TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah adalah seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai pimpinan dalam sebuah instansi sekolah. Tupoksi kepala sekolah sangatlah berat. Masa jabatan dalam melaksanakan tugas yang harus diembannya itu 4 tahun dan dapat diangkat kembali satu kali lagi.

Berikut ini Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah:

A.    MENYUSUN PROGRAM KERJA
1.    Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi sekolah.
2.    Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan misi sekolah.
3.    Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan  tujuan sekolah.
4.    Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
5.    Membuat perencanaan program induksi.

B.    PELAKSANAKAN RENCANA KERJA
1.    Menyusun pedoman kerja;
2.    Menyusun struktur organisasi sekolah;
3.    Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan;
4.    Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi:
  • melaksanakan penerimaan peserta didik baru;
  • memberikan layanan konseling kepada peserta didik;
  • melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik;
  • melakukan pembinaan prestasi unggulan;
  • melakukan pelacakan terhadap alumni;
5.    Menyusun KTSP, kalender pendidikan, dan kegiatan pembelajaran;
6.    Mengelola  pendidik dan tenaga kependidikan;
7.    Mengelola sarana dan prasarana;
8.    Membimbing guru pemula;
9.    Mengelola  keuangan dan pembiayaan;
10.    Mengelola budaya dan lingkungan sekolah;
11.    Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah;
12.    Melaksanakan program induksi.

C.    SUPERVISI DAN EVALUASI
  1. Menyusun program supervisi.
  2. Melaksanakan program supervisi.
  3. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
  4. Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP.
  5. Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
  6. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah.
D.    KEPEMIMPINAN SEKOLAH
Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut:
  1. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
  2. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
  3. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
  4. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk  pelaksanaan peningkatan mutu;
  5. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
  6. melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;
  7. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta  didik dan masyarakat;
  8. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengaN menggunakan sistem pemberian penghargaan atas  prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan  dan kode etik;
  9. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
  10. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
  11. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
  12. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
  13. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
  14. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
  15. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/ madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
  16. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
  17. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
  18. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya;
  19. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah;
  20. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait  seperti KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa, prosedur-prosedur P3K, prosedur keamanan sekolah;
  21. melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
  22. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional);
  23. membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi  pembimbing bagi guru pemula;
  24. menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak  terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
  25. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;
  26. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula;
  27. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan  pembimbingan;
  28. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula  dan memberikan masukan untuk perbaikan;
  29. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula;
  30. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing, pengawas sekolah/ madrasah, dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru  pemula;
  31. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
  32. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
  33. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
  34. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/ madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
  35. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
  36. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
  37. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala  sekolah sesuai dengan bidangnya.
E.    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:
  1. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan, dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi;
  2. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja;
  3. menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
  4. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah;
  5. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi;
  6. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal;
  7. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah;
  8. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MOU);
  9. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah;
  10. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif.
More aboutTupoksi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah

Posted by Rinoto Rin on Sunday, August 24, 2014

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah? - Peta merupakan gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan skala tertentu. Kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas. Peta yang dibuat pada bidang bola disebut globe.

Cara memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan teknik kotak. Jika peta diperbesar atau diperkecil maka skalanya juga berubah.

Berikut ini cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara mudah:

Bagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah
  1. Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
  2. Sedangkan memperkecil peta adalah membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
  3. Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf.
  4. Kita juga dapat memperbesar dan memperkecil peta dengan cara sederhana, yaitu dengan menggambar langsung dari gambar asli dengan bantuan garis kotak-kotak. Caranya hampir sama dengan teknik kotak. Hanya saja dalam membuat petak pada kertas dibuat lebih besar atau lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Jika ingin diperbesar dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua kali juga. Jika ingin diperkecil dua kali, maka kotak juga diperkecil ukurannya dua kali.
More aboutBagaimana Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta secara Mudah

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Posted by Rinoto Rin

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta? - Peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta ada 2 macam, yaitu skala angka dan skala garis.

1. Skala angka

Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan angka. Misalnya: Skala 1 : 500.000. Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

2. Skala garis

Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi. Misalnya:

Bagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis menunjukkan jarak pada peta. Satuannya adalah sentimeter. Sedangkan angka yang berada di atas garis menunjukkan jarak sebenarnya. Satuannya adalah kilometer. Sehingga sesuai dengan skala garis di atas dapat dibaca bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala yang kecil. Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah sempit seperti kota dan pasar, digunakan skala yang besar. Misalnya 1:5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 50 m pada jarak sebenarnya.

Berdasarkan skala yang tertulis pada peta, kita dapat menghitung jarak suatu tempat.

Contoh:

Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.
More aboutBagaimana Cara Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Tantangan Berat Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013

Posted by Rinoto Rin

Tantangan Berat Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 adalah merupakan tantang bagi para pendidik (Guru) yang cukup berat karena selain merupakan barang baru, kurikulum 2013 juga membawa misi kemanusiaan yang sangat komplek dan mendasar sebagai mana tujuan pengembangan kurikulum 2013 itu sendiri.

Tujuan pengembangan kurikulum adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga  negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Dalam pelaksanaannya guru dituntut untuk bekerja keras, harus mau banyak belajar, dan penuh dengan kreatifitas.


Berikut ini kata-kata bijak, motto pendidikan, dan pemicu semangat para pendidik agar siap menghadapi tantangan kurikulum 2013:
  1. Semua anak memiliki cita-cita dan impian. Kita bertugas membantu mereka menggapai impiannya. Dan biarlah mereka mengubah dunia (Diadaptasi: Steve Jobs).
  2. APAKAH ANDA MASIH MEMILIKI MIMPI YANG HARUS DIWUJUDKAN? SIAPA DIANTARA ANDA YANG  MENULISKAN  IMPIAN  SEBAGAI RENCANA MASA DEPAN?
  3. Keberanian untuk merawat mimpi adalah separuh jalan menuju keberhasilan. Selebihnya adalah semangat dan kerja keras untuk meraih hasil terbaik (NOAH).
  4. Berikan aku soal-soal  yang paling sulit dan aku akan belajar. Karena belajar hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang bukan penakut. (Andrea Hirata).
  5. Education is the lifeself (John Dewey) artinya Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.
  6. Jangan ajarkan yang kamu tahu, Jangan juga ajarkan yang kamu mau, Tapi ajarkan dirimu yang sebenarnya (Bung Karno).
  7. OSCAR “SI KAKI CARBON” “Kita bukannya tidak mampu karena TIDAK  memiliki kemampuan, melainkan kita MAMPU karena memiliki kemampuan”.
  8. Kita tidak mungkin memiliki banyak  peluang pada semua  bidang. Mungkin kita hanya memiliki satu peluang pada satu bidang. Namun kita dapat membuat satu peluang tersebut dengan sebaik-baiknya dan memberikan sumbangan bagi kemajuan dunia. (Steve Jobs).
  9. JIKA KITA DAPAT MELAKUKAN  DENGAN LEBIH BAIK, BAGUS SAJA BELUM CUKUP. If you can do better, good is not enough (Nenek Farah Grey).
  10. Kita bukan orang besar. Kita tidak dapat menghasilkan karya-karya besar. Tetapi, kita dapat menghasilkan karya-karya kecil……. dengan CINTA yang besar. (Bunda Teresa).
  11. Pekerjaan biasa, Jika dikerjakan dengan cara-cara luar biasa, Akan menghasilkan karya yang luar biasa. (Starbuck Experience).
  12. Sukses bukanlah melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa, melainkan melakukan pekerjaan biasa dengan cara-cara yang luar biasa bagus. (Zespri NZ).
  13. JIKA ANDA MENGINGINKAN SESUATU YANG BELUM PERNAH ANDA MILIKI, ANDA HARUS MELAKUKAN SESUATU YANG BELUM PERNAH ANDA LAKUKAN (Thomas Jefferson).
  14. Pekerjaan akan terasa sangat mudah ketika anda lakukan, bukan hanya dibayangkan. Just do it.
More aboutTantangan Berat Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013

Kendala Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 di SD

Posted by Rinoto Rin

Kendala Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 di SD - Kurikulum 2013 telah dimulai sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 di beberapa sekolah tertentu dan mulai dilaksanakan serentak di seluruh sekolah pada Tahun Pelajaran 2014/2015 sekarang ini. Sebagai barang baru tentu saja banyak kendala dalam pelaksanaannya. Kendala tersebut dirasakan dalam beberapa hal, misalnya dari segi pendidik dan segi sarprasnya.

Beberapa kendala yang dirasakan oleh pihak sekolah setelah penerapan kurikulum 2013 secara serempak sekarang ini antara lain adalah:
  1. Pada banyak sekolah, buku siswa dan buiku guru belum ada.
  2. Diklat kurikulum dirasakan oleh para pendidik kurang maksimal karena terbatasnya waktu.
  3. Masih banyak pendidik yang belum faham benar akan kurikulum 2013.
  4. Sebagai hal baru, tentu saja membutuhkan waktu adaptasi yang cukup lama, baik bagi siswa maupun bagi para pendidik.
  5. Masih banyak pendidik yang belum mengusai TIK, sehingga mengalami kesulitan ketika membuat rencana pembelajaran.
Dan masih banyak lagi kendala yang lainnya.
 
Kendala Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD

Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, peran aktif orang tua dalam membingbing anaknya juga sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Hal itu sesuai petunjuk dalam buku siswa. Pada akhir bagian, pada catatan kaki buku siswa, banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh orang tua di rumah agar membimbing anaknya dalam menyelesaikan tugas rumah.

Apalagi sekolah yang letaknya di pedesaan, di mana banyak orang tua yang kurang memahami akan hal itu. Kebanyak orang tua sibuk untuk mencari nafkah dan kurang memperhatikan hal-hal semacam itu.

Untuk itu diperlukan sosialisasi yang rutin kepada orang tua agar turut serta membantu pelaksanaan pembelajaran, terutama di rumah.
More aboutKendala Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 di SD

Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah

Posted by Rinoto Rin on Monday, August 11, 2014

Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah? - Bagaimana cara membuat atau menggambar peta? Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu - Menggambar peta dapat dilakukan dengan 2 cara mudah, yaitu:
  1. Menggunakan cara menjiplak
  2. Menggunakan teknik kotak
Dengan teknik menjiplak hanya dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan kertas putih.
 
Sedangkan dengan teknik kotak dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut:
 
Bagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah
  1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
  2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
  3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli dengan menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
  4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis yang membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
  5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Lebih baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
  6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah nomor dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
  7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta!
  8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna seperti yang ada pada peta di atlasmu!
  9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibuat dengan pensil beserta huruf dan nomornya!
More aboutBagaimana Cara Menggambar Peta yang Paling Mudah

Contoh Soal Ulangan Harian IPS SD Kelas 4 tentang Peta

Posted by Rinoto Rin

Berikut ini Contoh Soal Ulangan Harian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD Kelas 4 tentang Peta.

Pertanyaan:
1. Apa nama ibukota propinsi Bali?
2. Apa nama bandara di propinsi Bali?
3. Sebutkan nama-nama gunung yang ada di propinsi Bali!
4. Ada berapa danau di propinsi Bali? Sebutkan!
5. Sebutkan tiga pulau yang ada di propinsi Bali!
6. Sebutkan nama-nama selat yang ada di sekitar propinsi Bali!
7. Adakah sungai di Propinsi Bali? Jika ada sebutkan!
8. Apa saja manfaat peta bagi kita?
9. Apa akibatnya bila terdapat kesalahan dalam membuat peta?
10. Mengapa dalam membuat peta harus dicantumkan tahun pembuatannya?

Jawaban:
  1. Ibukota Propinsi Bali adalah Denpasar.
  2. Bandar udara (Bandara) di Pulau Bali adalah Bandar Udara Ngurah Rai.
  3. Gunung yang berada di propinsi Bali, yaitu Kabupaten Jembrana Bali: 1) Gunung Kelatakan tingginya 698 m dpl, 2) Gunung Sangiang tingginya 1.004 m dpl, 3) Gunung Merbuk tingginya 1.356 m dpl, 4) Gunung Mesehe tingginya 1.300 m dpl, 5) Gunung Ngandang tingginya 622 m dpl, dan 6) Gunung Musi tingginya 1.215 m dpl. Kabupaten Tabanan Bali: 1) Gunung Batu Karu tingginya 2.276 m dpl, 2) Gunung Sengjang tingginya 2.087 m dpl, 3) Gunung Pohang tingginya 2.089 m dpl, dan 4) Gunung Catur tingginya 2.098 m dpl. Kabupaten Klungkung Bali: 1) Gunung Mundi tingginya 529 m dpl. Kabupaten Bangli Bali: 1) Gunung Batur tingginya 1.717 m dpl, 2) Gunung Penulisan tingginya 1.745 m dpl, dan Gunung Abang tingginya 2.152. Kabupaten Karangasem: 1) Gunung Agung tingginya 3.142 m dpl, 2) Gunung Sidemen tingginya 826 m dpl, dan 3) Gunung Seraya tingginya 1.058 m dpl. Kabupaten Buleleng Bali: 1) Gunung Prapat Agung tingginya 310 m dpl, 2) Gunung Banyu Wedang tingginya 430 m dpl, 3) Gunung Patas tingginya 1.414 m dpl, 4 Gunung Lok Badung tingginya 1.028 m dpl, 5) Gunung Kutul tingginya 842 m dpl, 6) Gunung Lesong tingginya 1.860 m dpl, dan 7) Gunung Silang Jana tingginya 1.903 m dpl.
  4. Danau di Pulau Bali ada 4, yaitu: 1) Danau Beratan luasnya 370 m persegi di Kabupaten Tabanan, 2) Danau Batur luasnya 1.607,5 m persegi di Kabupaten Bangli, 3) Danau Buyan luasnya 360 m persegi di Kabupaten Buleleng, dan 4) Danau Tamblingan luasnya 110 m persegi di Kabupaten Buleleng Bali.
  5. Pulau yang ada di Propinsi Bali anatara lain: Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
  6. Selat yang ada di Propinsi Bali anatar lain: 1) Selat Badung berada di antara Pulau Bali dan Pulau Nusa Penida, 3) Selat Bali berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali, dan 3) Selat Lombok berada di antara Pulau Bali dan Pulau Lombok.
  7. Nama-nama sungai di Bali antara lain: Sungai Tukad Ayung, Sungai Bubuh, Jeh Ajung, Jeh He, Jeh Jinah, Jeh Poh, Jeh Sungi, Tukad Buleleng, Tukad Banjumala, Tukad Pakerisan, Sungai Balangan, Sungai Batulaya, Sungai Pancuran, Sungai Pangi, dan sungai Tukad Pakerisan.
  8. Manfaat peta bagi kita anatara lain: 1) Dapat mengetahui jarak suatu tempat dengan tempat yang lainnya. 2) Dapat menentukan arah pada suatu tempat di Bumi. 3) Peta dapat memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan suatu tempat. 4) Dengan peta khusus atau peta tematik bisa diperoleh data-data yang diperlukan untuk pendidikan dan menetukan kebijakan pemerintah. dan 5) Dengan peta seorang pengusaha dapat membuat perencanaan bisnis.
  9. Akibat jika terjadi kesalahan dalam membuat peta adalah 1) jarak suatu tempat dengan tempat yang lainnya menjadi tidak akurat. 2) tidak bisa menentukan arah pada suatu tempat di Bumi. 3) tidak dapat memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan suatu tempat. dan 4) tidak bisa memperoleh data-data yang diperlukan.
  10. Dalam membuat peta harus dicantumkan tahun pembuatannya karena tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk digunakan saat ini.
More aboutContoh Soal Ulangan Harian IPS SD Kelas 4 tentang Peta

Sebutkan dan Jelaskan Komponen Peta Secara lengkap

Posted by Rinoto Rin on Thursday, June 12, 2014

Sebutkan dan Jelaskan Komponen Peta Secara lengkap - Peta dibedakan menjadi 2, yaitu peta umum dan peta khusus. Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum merupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah. Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam dan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api.

Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami. Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen peta terdiri dari 10, yaitu: judul peta, legenda, skala, simbol, mata angin, garis astronomis, garis tepi, inset, peta, dan tata warna.

Berikut ini komponen-komponen peta beserta penjelasannya:

  1. Judul peta. Judul peta merupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan isi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.
  2. Legenda. Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau simbol-simbol beserta artiny. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah peta.
  3. Skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 200.000. Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2 km jarak sebenarnya.
  4. Simbol. Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkan obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.
  5. Mata angin. Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin. Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi kekeliruan arah.
  6. Garis astronomis. Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi. Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.
  7. Garis tepi. Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta untuk menunjukkan batas peta tersebut.
  8. Tahun pembuatan peta. Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk digunakan saat ini.
  9. Inset peta. Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena letaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Inset peta disebut juga peta sisipan.
  10. Tata warna. Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan obyek satu dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan.
More aboutSebutkan dan Jelaskan Komponen Peta Secara lengkap
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...