Showing posts with label metode pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label metode pembelajaran. Show all posts

Ciri Metode Pembelajaran Yang Baik

Posted by Unknown on Wednesday, March 12, 2014

Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau metode pembalajaran. Bila akan melakukan bimbingan terhadap siswa dalam belajar, maka perlu mengenal dan menguasai teknik penyajian. Selain itu, kita perlu memahami karakteristik setiap teknik penyajian.

Pembelajaran akan berlangsung dengan efektif dan efisien apabila didukung dengan kemahiran guru mengatur metode pembalajaran. Cara guru mengatur metode pembelajaran sangat berpengaruh kepada cara siswa belajar. Dalam menyajikan materi pembelajaran, kita jangan terpaku hanya pada satu jenis teknik saja.

Berikut ini beberapa ciri metode pembelajaran yang baik, yaitu:
  1. mengundang rasa ingin tahu siswa
  2. menantang siswa untuk belajar
  3. mengaktifkan mental, fisik, dan psikis siswa
  4. memudahkan guru
  5. mengembangkan kreativitas siswa
  6. mengembangkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
Beberapa metode yang perlu dikuasai guru dalam mengatur strategi pembelajaran, yaitu:
  1. diskusi
  2. inkuiri
  3. sosiodrama (bermain peran)
  4. tanya jawab
  5. penugasan
  6. latihan
  7. bercerita
  8. pemecahan masalah
  9. karya wisata (pembelajaran di luar kelas)
Santoso, Puji, dkk. 2009. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
More aboutCiri Metode Pembelajaran Yang Baik

Pengertian Metode Bermain Peran dalam Pembelajaran

Posted by Unknown on Thursday, January 16, 2014

Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru dituntut kreatifitasnya dalam menciptakan pembelajaran yang PAIKEM yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode bermain peran. Berikut ini beberapa pengertian metode pembelajaran.

Bermain peran terdiri dari dua kata yaitu bermain dan peran.

Bermain adalah:
  1. Sebuah aktifitas bermain yang murni mencari kesenangan tanpa mencari kemenangan dalam hal ini disebut dengan istilah playing.
  2. Sebuah aktifitas bermain yang dilakukan dalam rangka mencari kesenanga dan kepuasan, namun ditandai dengan adanya kemenagan dan kekalahan dalam hal ini disebut dengan game
Setiap aktifitas bermain selalu didasarkan pada perolehan kesenangan dan kepuasan. Hakl ini sesuai dengan fungsi utama bermain yaitu untuk relaksasi dan menyegarkan (refreshing) kondisi fisik dan mental yang berada di ambang ketegangan.

Peran atau role adalah:
Cara seseorang berperilaku dalam posisi dan situasi tertentu. Dalam ilmu manajerial, ketidaksesuaian dalam pengenalan peran ditunjukkan sebagai "role conflict" (konflik peran) saran yang tidak konsisten, yang diberikan kepada seseorang oleh dirinya sendiri atau orang lain.

Role playing adalah:
Suatu metode mengajar yang merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar oleh sekelompok siswa dalam memperagakan secara singkat tentang materi pembelajaran dengan memerankan tokoh.

Metode bermain peran adalah:
Salah satu proses belajar mengajar yang tergolong dalam metode simulasi yang berhubungan dengan menyusun dan mengoperasikan suatu model yang mereplikasi proses-proses perilaku. Metode simulasi adalah suatu cara pengajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan.


Pengertian Metode Bermain Peran Menurut para Ahli:

  • Bermain peran atau istilah Inggrisnya role-playing adalah metode atau strategi pembelajaran yang termasuk ke dalam kelompok model pembelajaran  sosial (social models). Metode pembelajaran bermain peran menekankan pada sifat sosial pembelajaran dan memandang bahwa perilaku kooperatif dapat merangsang siswa baik secara sosial maupun intelektual.
Joyce, B. R., & Weil, M. 2000. Role Playing; Studying Social Behavior and Values. In Models of Teaching. Allyn and Bacon.


  • Strategi bermain peran (role playing) adalah suatu permainan gerak yang di dalamnya terdapat tujuan, aturan, dan sekaligus melibatkan adanya unsur rasa senang. Dalam role playing siswa dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas.
Jill Hadfield (1986). Classroom Dynamic. Oxford University Press.
More aboutPengertian Metode Bermain Peran dalam Pembelajaran

Cara Menerapkan Metode Bermain Peran dalam Pembelajaran

Posted by Unknown

Postingan sebelumnya adalah tentang kelebihan penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran. Postingan kali ini akan dibahas tentang hal-hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan oleh seorang guru dalam menerapkan metode bermain peran dalam pembelajaran yang dikelolanya, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan metode bermain peran dalam pembelajaran:
  1. Dalam pembelajaran sebelumnya telah disampaikan kepada siswa bahwa, pembelajaran yang akan datang, siswa akan diajak melakukan kegiatan bermain peran.
  2. Dalam pembelajaran sebelumnya guru juga harus telah menyampaikan materi pembelajaran yang akan dipelajari dengan teknik bermain peran pada pertemuan yang akan datang.
  3. Tujuannya agar siswa telah mempersiapkan dulu sebelumnya.
  4. Guru menyiapkan alat bantu atau alat peraga yang akan digunakan dalam mendukung materi pembelajaran.
  5. Langkah selanjutnya, guru menyampaikan materi dan bahan ajar yang akan disampaikan serta tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa.
  6. Guru memberikan materi kepada setiap kelompok.
  7. Guru memberikan penjelasan tentang tugas yang jelas kepada masing-masing kelompok, baik yang akan melakukan peran maupun yang menyaksikan.
  8. Beri kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi beberapa menit sebelum mereka memainkan peranannya.
  9. Menentukan waktu, berapa lama setiap kelompok memainkan perannya.
  10. Setelah kegiatan bermain peran selesai, diskusikan untuk memecahkan masalah yang ada pada materi pembelajatan tersebut.
  11. Teknik penilaian meliputi penilaian proses dan hasil.
  12. Penguatan diberikan agar dapat merangsang minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran selanjutnya.
  13. Penyimpulan materi pembelajaran dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru.
More aboutCara Menerapkan Metode Bermain Peran dalam Pembelajaran

Kelebihan Metode Pembelajaran Bermain Peran

Posted by Unknown

Selama ini pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih banyak yang hanya menggunakan metode ceramah. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang sangat mudah, praktis, tidak memerlukan biaya besar, dan bisa dilakukan meski tanpa persiapan.

Sadar maupun tidak, metode ceramah telah memupus kraetifitas siswa dan guru itu sendiri. Penerapan metode ceramah dalam pembelajaran memiliki banyak kelemahan,di antaranya adalah:
  1. Siswa pasif dalam menerima pembelajaran
  2. Kreatifitas siswa tidak tergali
  3. Siswa menjadi kurang kreatif
  4. Siswa merasa jenuh
  5. Pembelajaran menjadi tidak menyenangkan
  6. Sehingga proses pembelajaran tidak efektif dan efisien.
Untuk mengatasi kelemahan metode pembelajaran ceramah bisa dilakukan dengan menerapkan metode bermain peran, apalagi yang berhubungan dengan materi tentang sosial kemasyarakatan dan sejarah.

Penerapan metode bermain peran banyak memberikan keuntungan, baik bagi sekolah, guru, maupun siswa. Berikut ini beberapa kelebihan penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas:
  1. Siswa menjadi terlatih untuk memahami, dan mengingat materi pembelajaran yang sedang dipelajarinya.
  2. Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif.
  3. Dapat memunculkan minat dan bakat siswa.
  4. Melatih kerjasama antar siswa.
  5. Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya.
  6. Melatih siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan temannya.
  7. Melatih keterampilan berbicara pada siswa.
  8. Meningkatkan keberanian siswa.
More aboutKelebihan Metode Pembelajaran Bermain Peran

3 Aspek yang Mendukung Keberhasilan Pembelajaran

Posted by Unknown on Wednesday, September 18, 2013


3 Aspek yang Mendukung Keberhasilan Pembelajaran - Keberhasilan pencapaian kompetensi suatu mata pelajaran tergantung kepada beberapa aspek. Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi adalah bagaimana cara seorang guru melaksanakan pembelajaran. Kecenderungan pembelajaran saat ini masih berpusat pada guru. Siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Akibatnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran rendah. Di samping itu guru tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran kurang bermakna, siswa sulit memahami materi, dan siswa kurang bersungguh-sungguh dalam pembelajaran, sehingga berimbas pada hasil belajar yang rendah pula. 

Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa, tetapi merupakan kegiatan guru mendidik, mengajar, membimbing atau memfasilitasi siswa menemukan pengetahuan dan pengalaman belajarnya. Menurut S. Belen dalam Rusna RA (2003:17) dalam mengajar kadang pesan mengembangkan potensi siswa yang beraneka ragam dan bukan menjadikan siswa sebagai Penerima atau pemakai pasif (konsumen) ilmu pengetahuan yang dimiliki guru.



More about3 Aspek yang Mendukung Keberhasilan Pembelajaran

Metode Tutor Sebaya

Posted by Unknown on Monday, May 27, 2013

Tutor sebaya adalah siswa yang ditunjuk atau ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan siswa (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2004). Dedi Supriyadi mengemukakan, bahwa tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
More aboutMetode Tutor Sebaya

Metode

Posted by Unknown on Friday, May 10, 2013

Metode menurut bahasa adalah cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai hasil yang baik seperti apa yang diinginkan. (Badudu-Zain, 1994:896) dalam Kamus Bahasa Indonesia. Daliman, dkk (1996:99) berpendapat bahwa metode adalah cara yang di dalamnya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan.
More aboutMetode